Selasa, 18 November 2014

Sore

     Aku adalah seorang lelaki. Lelaki yang menyukai sore. Bagiku sore adalah waktu yang terindah dalam hari-hariku. Sore, selalu dihiasai oleh langit jingga yang indah ya walaupun terkadang dilapisi oleh mendung bahkan rintik hujan. Tapi tetap ku menyukai sore.
     Sore suhunya tidaklah panas dan tidak pulalah dingin, hangat sehangat senyumanmu. Sore adalah waktu untuk menuju rumah, istana terindahku. Sore, penuh dengan hiruk pikuk orang pulang beraktivitas. Antara wajah lelah, energi terkuras, atau semangat untuk menemui jagoan kecilnya yang sedang tumbuh. Ya aku memang belum mempunyai hal yang terakhir, tetapi kalau sudah waktunya aku pasti punya (aamiin).Aku selalu menanti sore, sore adalah waktu untuk menenangkan diri dengan langit indahnya. Terkadang aku ingin berlama-lama dengan sore, hanya ada aku dan sore hari. Berdiam diri sambil merenungi segala hal yang aku lakukan di hari itu.
     Sore, aku menyukaimu dalam diam, aku mengagumi keindahanmu dengan tenang, aku menikmatimu dengan caraku sendiri. Sore, kau begitu bermakna bagiku. Denganmu aku merasa seutuhnya menjadi manusia, denganmu aku merasa sepenuhnya sebagai makhluk ciptaan-Nya, denganmu aku merasa segala hal ciptaan-Nya memang begitu indah. Terima kasih sore kau telah memberikan banyak makna dalam hidupku.
     Ya Allah, berikanlah aku waktu yang lebih panjang untuk menikmati sore-Mu. Aku hanyalah makhluk kecil yang menyukai keindahan ciptaan-Mu, aku hanyalah makhluk kecil yang terkadang khilaf untuk mengucap rasa syukur atas segala nikmat-Mu, maka maafkanlah hamba-Mu ini ya Allah. Ya Allah berikanlah aku kesempatan untuk menikmati keindahan sore-Mu bersama keluargaku, teman-temanku, anak cucuku kelak ketika aku sudah menikah. Aku tidak dapat merasakan ini kecuali atas dasar kuasa-Mu yang tak terhingga itu. Terima kasih ya Allah kau telah membuat sore yang indah.