Jumat, 21 November 2014

Sebuah Kisah Tentangmu - 1

     Aku mengenalmu baru kemarin sore. Tapi kita berbincang-bincang seperti sudah kenal lama. Aku berani menceritakan masa laluku seperti apa dan kamu pun sebaliknya. Padahal aku hanya mau bercerita kepada orang-orang yang sudah lama kenal denganku saja. Tapi beda saat denganmu. Denganmu ku merasakan diriku yang baru. Merasakan jiwaku yang bebas dari masa lalu, keluar dari genangan yang bernama kenangan, dan menghirup udara yang bernama kebebasan. 4 atau 5 bulan yang lalu, aku berkenalan denganmu. Saat itu yang aku tahu kamu adalah kekasih dari teman kecilku. Saat itu aku selalu menepiskan segala rasa yang hinggap dihatiku saat kita berbincang. Aku tidak ingin menjadi penyebab kehancuran hubunganmu dengan temanku. Aku menghargai hubunganmu walaupun aku tau saat itu hubunganmu dengan dia sudah berada diambang putus. Aku ingat kamu selalu meminta nasehatku ketika kamu sedang merasa sedikit putus asa dengan kelakuan dia yang sedikit mengabaikanmu. Aku selalu memberi nasehat yang membuat hatimu tenang, itu menurutku, entah menurutmu bagaimana tentang nasehatku. Kemudian setelah lama tak mendengar kabarmu karena kesibukanku, aku mendengar bahwa kamu putus dengan dia. Ku tak begitu berminat untuk mengetahui penyebabnya, tapi kamu bercerita tanpa ku minta banyak. Lama setelah itu aku tak mendengar lagi kabar darimu karena kesibukan kita  masing-masing.
      Sekarang, kamu hadir kembali dihadapanku. Hadir dengan status berbeda, dengan status sendiri. Kamu hadir disaat hatiku sedang membutuhkan teman untuk berbagi cerita. Berbagi kisah-kisah lucu tentang kita saat sekolah. Berbagi cerita tentang menggapai impian. Berbagi kisah masa lalu yang membuat kita saling mengenal satu sana lain. Kini karena ke semua hal itu, aku merasakan hal yang beda saat berbincang denganmu. Aku sudah mencoba untuk menepiskan itu semua. Berusaha sekuat tenaga untuk mengusir rasa yang singgah disini. Sayangnya aku terlalu lemah untuk mengusirnya. Sekarang aku hanya bisa menerima tanpa tahu rasa apa yang singgah disini. Aku tak berani untuk mendefinisikannya, bagiku mendefinisikan perasaan ini jauh lebih sulit dibanding saatku harus belajar kimia inti. Aku hanya ingin terus bersamamu. Menemani harimu hingga kamu mendapatkan pengganti yang lebih baik. Kemudian setelag kamu dapat, aku akan pergi seperti koboi dikisah klasik Amerika. Berkelana dengan kesendirian, dan bergumul dengan kesepian. Dan akan datang saat dibutuhkan saja.