Minggu, 14 April 2013

Genangan dalam Kenangan

Tanpa disadari nyatanya banyak makna kiasan dibalik rajutan kata. Dia itu seolah jelmaan suara dari dalam hati yang bereinkarnasi menjadi deretan nada, yang kemudian terdengar melalui serentetan irama. Terkadang tersimpan kenangan disetiap detik peristiwa. Ada tangis dibalik tawa ..karena disetiap masa, kita akan selalu menyimpan setidaknya satu cerita.

Layaknya satu episode film tanpa jeda, layaknya satu baris kata yang berjalan mengelilingi otak kita ..Semua terjadi secara sempurna seperti yang diarahkan oleh yang Maha Kuasa.

Lalu yang dapat kita lakukan adalah merekamnya menjadi melodi-melodi yang terngiang disebelah kanan kiri terlinga kita. Membisiki kita bermacam kata hina sampai cinta. Menggelitik mereka tanpa cela, yang terkadang menghasilkan tangis maupun tawa..

Yang dapat kita lakukan adalah merekamnya, membuat keping-keping adegan tersebut dalam bentuk 'gambar hidup' sebagai suatu sistem memori yang turut memenuhi kapasitas otak kita.. gambar yang terbangun dari berbagai macam susunan kejadian. Kalau hujan meninggalkan genangan, maka kita sebut ia kenangan.

Selanjutnya..

Kepingan adegan itu akan memenuhi tembok galeri pikiran kita. Membuat kita sejenak terdiam untuk sedikit menangis atau tertawa akan nostalgia pada masa. Kepingan itu akan terus berjalan seiring berjalannya waktu, berputar silih berganti. Gambar-gambar itu mungkin tidak akan menempel langsung, akan ada jarak, walaupun nyatanya tidak banyak.. Ada kalanya kita harus mengalami suatu peristiwa dulu untuk mengingatnya, sehingga saat ada sorotan ingatan mengenai hal itu kepada objek ..terciptalah bayang-bayang yang jatuh ke dasar pikiran kita. Jauh dan jauh lebih dalam lagi.

Kemudian bayang-bayang itu seolah membentuk suatu tema tersendiri, saling sambung menyambung yang tumpah tindih satu sama lainnya, berperang disana untuk menjadi yang pertama.. Namun terkadang, bayangan itu justru tercipta dalam bentuk gambar yang kabur, samar-samar. Lalu ada yang berlomba disana, mencari-cari, saling bertanya kesana kemari ..untuk menjawab teka teki.

Lalu kamu mulai bingung.. kamu mulai bertanya-tanya.. kamu mulai tidak tau harus berpegang kemana.. satu persatu pertanyaan mulai berterbangan seperti bunga putri malu yang sering kamu tiup di taman, bertebaran disapu angin, ditemani awan..

Apa itu? Siapa mereka? Apa yang mereka mau? Dan.. Apa sebenarnya yang kamu mau?

'Efek itu bernama kenangan, sayang', bisik seseorang.

'Oh ya?', tanyamu. 'lalu dimana dia sekarang? mengapa aku tidak bisa melihat dan menggenggamnya?'

'Dia tidak nyata, makanya dia diberi nama kenangan', jawab seorang lainnya. 'Kamu tidak bisa lagi melihatnya, apalagi menggenggamnya ..Karena kamu memilikinya, disana. Hanya ada disana, di hati kamu.'

Mereka adalah pikiran dan hati kita.