Sabtu, 20 Desember 2014

Sebuah Impian: Berlibur ke Tanah Papua

     Liburan, satu kata yang tak bisa dilepaskan dari aktivitas kita. Kata ini menempel lekat di pikiran para pekerja, mahasiswa, anak sekolah, bahkan ibu rumah tangga pun memikirkan ini. Banyak cara yang ditempuh orang-orang untuk menghabiskan masa liburannya seperti sekarang, ada menghabiskan waktunya di rumah untuk berkumpul bersama keluarga, ada yang pergi ke pantai, bahkan ada yang ke Eropa atau Amerika untuk merasakan hujan salju. Tapi satu keingananku dari kecil, aku ingin menghabiskan waktu liburan ku di tanah Papua, bumi Cendrawasih.
     Aku ingin berlibur di Papua. Papua adalah tanah yang luhur, tanah yang kaya akan keindahan alam serta budayanya. Aku selalu ingin ke Papua, tempat dimana ayahku pertama kali bekerja sebagai anggota TNI. Ingin mendaki semua puncak-puncak gunung di Papua. Aku selalu berdoa untuk dapat berlibur ke Papua dan mendaki segala puncak gunungnya, untuk mengenal keindahan alamnya, untuk mengenal kebudayaan masyarakatnya.
     Aku ingin mendaki bukan sembarang gunung, gunung yang ingin kudaki adalah gunung tertinggi di Indonesia, yaitu kawasan Pegunungan Jayawijaya. Aku ingin menghabiskan waktu liburanku yang singkat ini untuk kesana.  Mendaki gunung ini dengan keluargaku atau dengan teman-teman seperjuanganku disini. Ingin merasakan, melihat, dan menjelajahi alam Indonesia khususnya tanah Papua. Yang indah alamnya, indah budayanya, indah langitnya, dan segala keindahan yang tak dapat terucap oleh mulut ini dari atas puncak gunung. Ini adalah impianku untuk menghabiskan masa liburku. Disana, di puncak Cartez, ada salju abadi di daerah tropis, salju yang memang ada tanpa campur tangan manusia. Aku ingin memakan salju abadi disana ditambah dengan manisnya sirup, pasti akan menyegarkan untuk menikmatinya. Kesegarannya akan kalah dengan kesegaran menikmati es doger Bogor bahkan es krim sekalipun di tanah Jawa. Aku pun ingin merasakan main seluncuran di salju, bermain lempar salju seperti di kartun Spongebob dan anak-anak di Eropa dan Amerika ketika musim dingin tiba, tanpa harus pergi kesana terlebih dahulu. Ada satu mimpi mustahilku, yaitu ingin membawa pulang salju abadi dari puncak Cartez dan menjadikannya oleh-oleh untuk temanku, itu akan menjadi oleh-oleh terkeren yang pernah aku bawakan seandainya itu bisa terjadi.  Aku ingin kesana setidaknya sekali dalam hidupku. Indonesia semuanya sudah lengkap, pantai yang indah, pasir putih yang bersih, laut yang biru, terumbu karang yang menghiasi laut, dan gunung-gunung yang indah dan harus didaki. Hanya gengsi saja yang membatasi pengetahuan kita tentang alam dan berlibur di Indonesia. .
    Aku tidak ingin menjadi orang Indonesia yang mengenal Indonesia hanya pulau Jawa, Sumatra, dan Kalimantan. Aku ingin mengenal Indonesia yang benar-benar mengenal seluruh Indonesia. Mengenal Indonesia dari A sampai Z. Mengenal Indonesia yang kalau turis asing atau teman kerja dari luar negeri bertanya tentang Indonesia aku bisa menjawabnya dan membanggakan Indonesia.
"Aku tidak malu tidak pernah liburan berkeliling dunia. Aku tidak malu tidak pernah berfoto dengan ikon-ikon yang ada di dunia. Aku tidak malu tidak pernah melihat bule-bule di luar sana. Tapi aku malu kalau aku tidak pernah mengenal Indonesia. Tapi aku malu kalau aku tidak pernah berkeliling Indonesia yang kaya akan keindahan alamnya. Tapi aku malu tidak pernah berfoto dengan keindahan alamnya. Tapi aku malu tidak mengenal kebudayaan daerah negaraku sendiri. Aku malu hanya mengenal Indonesia sebagian saja. Mulai dari sekarang, aku selalu liburan di Indonesia, mulai sekarang aku menjelajahi keindahan alam Indonesia. Dan aku selalu bangga dan cinta menjadi bagian dari negara Indonesia. NKRI Harga Mati!"