Rabu, 09 April 2014

Bayangan yang Mengganggu

Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan diri saya malam ini. Saya merasa seperti ada hal yang aneh yang menyelimuti hati dan pikiran saya. Sekarang sudah hampir jam 11 malam, sedangkan saya sudah merabahkan diri ini di atas kasur sudah dari jam 9.30 malam. Sudah sekitar satu setengah jam saya mencoba memejamkan mata ini tetapi hasil yang didapat adalah nihil.
Bayang-bayang dari masa lalu, suara-suara dari masa lampau, dan segala kenangan yang pernah terjadi seakan teringat kembali pada malam ini. Seolah-olah diri ini seperti terjebak di ruang nostalgia yang sewaktu-waktu dapat meledak. Entah ledakan apa yang bisa terjadi, apakah sebuah tangisan, sebuah teriakan, atau sebuah kebisuan yang akan terjadi. Entahlah saya tak tahu.
Suara-suara dari masa lalu sangat terdengar jelas di telinga ini, seolah-olah mereka (orang-orang di masa lalu) berbicara sangat dekat dengan saya. Mereka memanggil dengan halus, berteriak, berbisik, dan memaki. Semuanya tercampur menjadi satu dan memekakkan telinga ini. ya Allah apa yang terjadi pada gerangan ini? Hambamu yang lemah dan tak berdaya ini ingin melepaskan kelelahan dan mempersiapkan energi untuk beribadah dijalanmu, mengapa kau kirim hamba dengan semua ini? 
Bayang-bayang dari masa lalu kemudian datang, mengingatkan saya pada semua kejadian-kejadian yang menyedihkan dan menyenangkan. Mengingatkan saya terhadap mendiang Alm. Anwar (kakak angkat saya) yang telah meninggal 3 tahun silam. Segala kenangan yang pernah terjadi antara saya dengan beliau sungguh banyak. Saya tidak bisa berkata apa-apa bila teringat dengan dirinya, dengan tingkah lakunya, dengan suaranya yang khas, dan sifatnya yang selalu melindungi adiknya. Tapi seorang penyair bilang, "tidak ada perasaan yang tak bisa dikatakan, maka menulislah!" aah rasanya berat sekali jika menulis sambil teringat dirinya. Hampir-hampir setiap kali saya mengingat dirinya, airmata yang sudah saya bendung sekuat mungkin selalu jebol pertahanannya dan akhirnya banjir airmata di sebuah dataran bernama pipi ini.
Bayang-bayang dari masa lalu pun mengingatkan saya kepada semua wanita yang pernah saya taksir sebelumnya, wanita-wanita dengan wajah yang cantik, tutur kata yang halus, dan suaranya yang khas. Ah betapa indahnya ciptaan Allah ini. Bayang-bayang mereka hadir, satu per satu dengan segala ciri khas yang dimilikinya. Saya tidak tahu harus berkata apa jika semua wanita yang pernah saya taksir berkumpul dan bertemu dengan saya. Saya terlalu grogi jika bertemu dengan seorang wanita yang saya taksir.
Saya tak tahu sampai kapan rasa ini akan terus hadir dalam kehidupan saya, di setiap mimpi di malam hari. Saya sudah berusaha keras untuk menyisihkan pikiran ini di malam hari agar tidak mengganggu istirahat di malam hari. Tapi sayangnya itu selalu gagal dan tak berhasil, yang ada hanya sebuah perasaan yang menyesal dalam dada karena tidak melalukan hal yang perlu dilakukan pada masa lalu. Ah enyahlah dengan semua itu! Itu hanya sebuah masa lalu saja! Yang jelas, yang saya rasakan saat ini mata saya semakin lama semakin berat. Semakin mencoba berpikir untuk menulis, pikiran saya lelah, dan akhirnya saya mengantuk. Semoga saja bayangan dari masa lalu tidak singgah di mimpi saya malam ini. Semoga saja.