Selasa, 01 April 2014

Bila Aku Jatuh Cinta

Bila aku jatuh cinta
Aku mendengar nyanyian
1000 dewa dewi cinta
Menggema dunia

Bila aku jatuh cinta
Aku melihat matahari 
Kan datang padaku
Dan memelukku dengan sayang

Bila aku jatuh cinta
Aku melihat sang bulan 
Kan datang padaku
Dan menemani aku

Entah kenapa dari tadi sore setelah gue selesai latihan drama, cuma lagu itu yang bisa ke putar di playlist otak gue sepanjang jalan sampe rumah dan di rumah pun gue begitu. Gue bingung, gua udah coba nyalain lagu yang lain lewat hp dan setelah lagu dari hp gue matiin pun akhirnya lagu Bila Aku Jatuh Cinta-Nidji pun berputar di kepala gue.

Sejenak gue berpikir, apakah gue sedang jatuh cinta? Apakah benar kalau orang jatuh cinta itu rasanya akan seperti itu? Ah itu bullshit! Gue lagi jatuh cinta dan rasanya itu jauh dari apa yang dinyanyikan oleh Nidji. Bagi gue jatuh cinta itu adalah sebuah siksaan, gue ga akan nyaman berpikir, tidur, dan makan karena selalu kepikiran dia dan itu sungguh menyiksa gue. Arrrgh!!! Wanita yang satu ini bisa-bisa buat gue gila!

Selasa, 11 Februari 2014

Tulisan Pertama di Tahun 2014

Ini adalah postingan pertama gue di tahun 2014. Sekitar 2 bulan lebih gue vakum dari dunia perblogger-an untuk bersemedi ditemani oleh ujian dan tugas, akhirnya gue dikasih waktu kosong juga. Gue belum tau apa aja perubahan mendasar di blogger ini dan Blogger Energy yang menjadi rumah dunia maya gue, karena gue bener-bener males untuk membuka internet walaupun cuma untuk sekedar nengok. Sekolah aja gue udah ngerasa capek banget sekarang, belum ditambah tugas, presentasi, pr, dan ulangan harian, beuh berasa anak kuliahan banget gue, berangkat jam 6 pagi kurang dikit, pulang sampe rumah bisa jam setengah 7, sedih men jarang kena sinar matahari.  hmm.. kira-kira matahari kangen ga yah sama gue?..
Okay, di 2014 ini gue ga begitu punya banyak target, target gue mah standar aja, nilai akhir nanti di rapor semester 4 minimal 85 lah *loh itu gede semprul-__-.. Gue berharapnya sih pengen masuk 10 besar, amiin.. untuk masuk 5 besar itu hampir ga mungkin karena saingannya berat banget. Yang rajin dateng pagi dan ngerjain pr aja belum tentu masuk 5 besar apalagi gue yang dateng selalu lewat dari jam 7 dan jarang ngerjain pr.
Banyak sebenernya yang pengen gue ceritain disini, banyaaaaaaaaaaaak banget dan mungkin lebih banyak dari huruf a yang gue tulis di kata banyak. Semenjak kakak gue yang perempuan ada di Palembang, gue jadi ga ada temen cerita tentang pelajaran k(ampret)imia di sekolah gue. Sepanjang hari ga jauh dari kimia, bahkan fisika aja ada kimianya, tapi kenapa cinta gue sampe sekarang ga pernah ada chemistry-nya? Kenapa?! Apa karena gue sering tidur di kelas jadi ga pernah ketemu chemistry-nya? Ah..sudahlah kenapa tiba-tiba jadi ngomongin beginian.
Udah ah ya cerita pembuka di 2014 ini, harapan gue di dunia menulis blog ini pengen bisa minimal 1 pos per bulan. Tapi kurang tau juga nih bisa atau engga, semoga aja bisa ya. amiin :D

Rabu, 04 Desember 2013

Aduh Gue Kangen

     Sisa hujan tadi sore masih membekas disebagian alam, butiran air yang membentuk bola kecil memeluk erat pucuk dedaunan di depan jendela kamar. Suasana sejuk menghampar, tanah dan udara meresap sampai ke dalam kamar ini.
     Dua tahun berlalu, seolah diri ini tak mengenal waktu. Dua tahun sudah sejak kepergianmu, meninggalkan seutas kenangan berbingkai cerita, penuh duka penuh tawa. Saat melamun disini, di ruangan ini, bayanganmu selalu hadir, senyummu mampu membuncah diamku. Teringat saat terakhir kita menghabiskan menit demi menit hanya berdua saja, setiap saat ku bercerita, kau mendengarkan sembari duduk di sampingku dengan sebuah senyuman yang khas yang tak bisa kulupakan hingga saat ini.
     "Am, nanti kita ketemu dan sekolah bareng ya di SMAKBo" ucapanmu disaat akhir pertemuan kita dan menjadi sebuah penyemangatku untuk bersekolah disana. Ucapanmu masih terngiang sampai ini, sampai detik ini, aku terserak sendirian di tengah kesunyian malam. Wind, adakah kau lupa dengan ucapanmu? Ucapan yang membuatku semangat belajar dan meraih cita-cita. Aku tidak menyalahkanmu Nda, mungkin ini adalah sudah digariskan Allah kepadaku menerima bahwa kita tak akan pernah bersatu, meraih mimpi dan merajut asa bersama. Aku terima kenyataan ini walaupun ini akan sulit dijalani selama 2,5 tahun sisa masa pendidikanku disini. Aku kehilangan arah dan tujuan sampai saat ini. Banyak wanita yang hadir disini, di hati ini. Namun tak ada satu pun yang dapat menggantikanmu, menggantikan senyuman manis dari bibirmu, indahnya suaramu ketika bicara tapi kalau bernyanyi sedikit fals (aduh maaf ya), halusnya tutur katamu, sebagai guru biologiku kalau mau ujian, dan sesosok wanita tangguh selain ibuku. Tak ada yang sepertimu Wind.
     Lantunan suara makhluk malam menemaniku mengarungi malam, menampar kesunyian menuju sebuah keindahan. Disini aku menunggu pagi, mempersiapkan segalanya hanya untuk menyambut dirimu, yaa walaupun itu tak mungkin, tapi aku selalu percaya bahwa suatu hari nanti kita akan bertemu walaupun hanya sedetik saja. Suara-suara di masa lalu tak lagi ku hiraukan, hanya sebuah keinginan manis yang menancap kuat di hari, yaitu hadirmu. Walaupun itu masih menjadi kemustahilan, namun aku yakin, kekuasaan alam akan mengembalikan semua cerita tentang kau dan aku, tentang perjalanan, tentang air mata dan juga tawa, tentang segala...


Bila nanti kau ingat, pulanglah...
Bila nanti kau bersedih, pulanglah...
Bila nanti kau butuh senyuman dan semangat, pulanglah...
Bila nanti tidak ada seorang pun yang menyayangimu lagi, pulanglah...
karena aku akan selalu mencoba ada untukmu.



I Miss You Now

Kamis, 24 Oktober 2013

Kenangan Darimu

     Aku tidak meminta lebih atas jalan cinta yang Tuhan berikan untukku, telah cukup bagiku hanya memiliki bayangmu. Setiap malam ku selalu berkabut sunyi, tak pernah letih hati mengingat kembali kisahmu yang masih saja tergores dalam duniaku. Masih jelas saat binar matamu menghentikan detikku saat kebersamaan kita dulu. Aku sering sesak jika mengingatnya dalam pertanyaan tanpa pernah ada jawaban, kenapa aku belum bisa melupakanmu? (mungkin) saat ini kamu sudah melupakanku dan sudah dengan yang lain.
     Hatiku yang bercermin seringkali frustasi memandang pantulan cermin yang terlihat kusam kacau karena cinta. Aku tidak akan pernah lupa tentang lengkungan senyum terindah yang dianugrahi Tuhan untukmu, aku tidak akan pernah lupa tentang nada lembut yang dihasilkan pita suaramu, dan aku tidak akan pernah lupa jika aku mencintaimi dengan ketulusan.
     Kembali malam mengenangmu, setelah hampir 2 tahun aku mencoba menyimpan cerita ini dibalik buku kenangan, yang telah kututup serapat mungkin dengan sakit hati sebagai gemboknya. Tuhan mengijinkanku untuk kembali mengenangmu dan semoga kenangan ini tidak merusak kehidupanmu. Aku tidak pernah bisa memperjuangkan yang seharusnya inginku perjuangkan, karena aku tau perjuanganku belum tentu membuatmu bahagia. Demi namamu yang selalu terukir di hati, aku masih belajar melupakanmu, meski aku tidak bisa melupakanmu.

Seandainya, seandainya
Kita pernah duduk disini
Akan kubawa bangku ini ke surga
supaya kita bisa duduk berdampingan disana
Tapi hidup bukan cuma nulis rumus dan ulangan
Bukan cuma bermimpi jalan-jalan di taman (denganmu pastinya)
Engkau duduk di tempat lain, berjalan
Aku tak punya kursi,
berdiri memandangmu dari jauh (terasa jelas bayangmu)
Dengan mata terpesona dan hati berbinar
Sementara itu dunia bergolak
Denyut darahku tetap seperti dulu
Seperti tersentuh listrik kecil
Bergetar, bergetar-bergetar
setiap kali sempat memandangmu