Minggu, 29 September 2013

Cerita Wisuda ala Kadarnya

kemarin, tanggal 28 september 2013. sekolah gue baru aja melaksanakan suatu hajatan rutin tiap tahun yaitu wisuda. dalam acara ini, masing-masing angkatan dari siswa baru (59) sampe yang paling tua (56) ikut berpartisipasi krn itu merupakan hal wajib. bagi kelas 10 masih sebatas menyumbang nyanyiin lagu Hymne Analis krn masih anget diotak meraka tentang lagi ini. kalau kelas 11, berpartisipasi di bagian teater, upacara adat, band, dan panitia. dan saat ini gua mau ceritain pengalaman gua saat wisuda sebagai bagian dari upacara adat.
sekitar 2 minggu lebih gua latihan untuk persiapan upacara adat, gua bingung apa yang harus gua lakuin saat kebagian upacara adat. akhirnya gua ngerti peran gua di upacara adat yaitu bawa umbul-umbul kecil. nanti gua kasih liat foto ganteng gua pas lagi upacara adat kalau udah di upload sama kak gea (salah satu guru yg alumni smakbo).
gua latihn untuk membawa umbul-umbul ini mulai dari pulang sekolah jam 4 sore sampe menjelang maghrib. bahkan saat h-2 atau h-3 sampe h-1 (gua lupa persisnya) gua latian sampe adzan isya berkumandang di Masjid Muhalilin smakbo. walaupun kedengarannya sepela hanya membawa umbul-umbul, ternayata gerakannya lumayan sulit loh. sulitnya itu kapan kita harus masuk, kapan harus angkat umbul-umbul+loncat+teriak, kapan waktu untuk jalan kekiri bahkan cara muter pun ada caranya. dan yang paling sulitnya itu kita harus menghapal ketukan gamelan dan gendang.
saat hari wisudanya, gua dateng jam setengah 7 lewat 3 menit sedangkan janjiannya jam set 7 (rencananya acara mulai jam 8 pagi) dan itu gua panik parah dan gua kira gua bakal kena marah. ternyata pas gua mau masuk base camp baru dikit anak anak yang dateng. setelah dateng dan sedikit muter-muter keliling sekolah, akhirnya gua pun ganti baju dengan seragam yang bisa dibilang modelnya mirip rakyat jelata jaman dulu. gua belum bisa menyertakan foto karena ka gea atau pak aldi belum upload.
gua kebagian tampil setelah pementasan tari kecak. secara keseluruhan kita (gua dan temen-temen) tampil sangat bagus. cuma ketika pementasan, GUA SEDIKIT LUPA SAMA GERAKAN GUA SENDIRI, alhasil gua agak gerogi untungnya ga begitu keliatan tapi tetep aja gua ngerasa ga enak gitu sama yang lain. untungnya lagi ini bukan lomba, jadi gua ga perlu nangis-nangis lagi karena kesalahan amat kecil yang gua pikirin kayak pas SMP hehehehe
pas gua mengawal kakak kakak 55 untuk dipanggil satu per satu dan di sebutin dia kerja atau kuliah dimana, itu rasanya pegel banget men. bayangin aja coba, 256 wisudawan dan wisudawati dipanggil satu persatu, itu berdiri ga boleh nyender lama banget kayak sama lamanya pas gua menghadapi pelajar bu Leila saat kelas 10. seolah-olah waktu berjalan lambat, sedetik serasa semenit, semenit serasa sejam, dan sejam serasa sehari. alah lebay! belum lagi, kepala Pusdiklat Industri pidato setelah wisudawan dan wisudawati dipanggil. itu jadi tambah lama. kalau ditotal-total sih mungkin sekitar 3 setengah jam gua dan kawanan umbul-umbul berdiri tanpa nyender. 1 jam pertama gua kuat, 1 jam kemudian gua mencoba kuat, 1 setengah jam kemudian gua teler kayak orang mabok, pengen sekedar nyender aja susah banget.
acara selesai sesaat sebelum adzan isya dan acara terakhirnya yaitu pemutaran film dokumenter part 2 yang dibikin oleh kakak 55 yang di wisuda. rasanya gua pengen cepet-cepet lulus dan wisuda kayak mereka. tapi gua sadar itu masih lama dan tahun depan gua cuma baru bisa liat kakak gua yg cantik di wisuda kayak kakak 55. semangat ah semangat, masih 3 tahun lagi nih menuju wisuda SMA dan D1 (uts aja belum, udah mikirin wisuda)

Sabtu, 07 September 2013

Percobaan Move On yang Berhasil

akhirnya gua bisa menulis blog ini lagi setelah sekian lama blog ini ga kerawat karena gua sibuk sama urusan sekolah *bersihin debu*. banyak hal yang sebenernya pengen gua ceritain di blog ini, gua males banget untuk ngetik, seandainya aja gua bisa buat alat canggih yang mengkonversikan suara menjadi sebuah tulisan di komputer. sayangnya gua ga sekolah untuk hal yang semacam itu, gua sekolah di bidang analis kimia.
ada hal menarik yang pengen gua ceritain tentang kejadian yang bisa di bilang masih anget-anget tai ayam ya *loh*
jadi ceritanya nih, gua bisa move on ke salah satu adik kelas gua di sekolah. jujur, untuk pertama kalinya ada seseorang yang hadir di kehidupan gua yang bisa menggantikan posisi si dia setelah sekian kali gua mencoba untuk moveon tetapi gagal terus:|
entah daya magis apa yang dimiliki adik kelas gua yang sampe bisa buat gua moveon ke hatinya, tapi yang jelas adik kelas gua ini orangnya menarik, asik, dan imut-imut gimana gitu, bahkan imutnya itu sampe ngalahin imutnya adik gua yang baru kelas 1 SMP. tapi nih ya, kalau dibandingin badannya sama adik gua yang baru kelas 1 SMP itu, beuh badannya kalah jauh men, badan adik gua tinggi gede sedangkan dia kecil imut gimana gitu :3
singkat cerita nih, gua pdkt lah sama dia. gua jadi tau banyak tentang kegiatan dia sampe ke jam pulang sekolahnya dia. dan selanjutnya adalah tahap yang paling penting buat gua, pada tangga 4 september kemarin, entah tadi gua lewat bawah pohon mana tapi gua baru sadar kalau di sekolahan gua pohon itu jarang banget jadi ga mungkin pengaruh pohon (apasih-_-), gua bilang kalau dia mau ga jadi pacar gua dan lu tau jawabannya? ya, gue DITOLAK, gila men hati gua sedih banget saat itu. seolah-olah gua dikutuk untuk ga bisa moveon dari mantan. gua merasa sekarang jadi jomblo galau akut yang hina:( eh itu salah itu salah,  yang aslinya gua DITERIMA untuk jadi pacarnya dia. dan saat itu pun otomatis gua melepaskan status gua sebagai jomblo galau menjadi pasangan yang mencoba untuk romantis seperti halnya seorang analis yang bersikap lemah lembut kepada neraca analitik.


menulis dalam sepi dan sunyi pukul 1.05 dini hari
ditemani oleh sang nyamuk  yang sayang sama gua  dan seekor kucing yang tidur di jaket gua.

Selasa, 06 Agustus 2013

Kutitipkan Pesan Pada Hujan Pagi Ini

Aku sampaikan pesan pada hujan pagi
tentang rasa rinduku yang begitu menggebu
tentang segelintir risalah dihati
tak pernah terlintas di benakku untuk menyakitimu

Aku sampaikan pesan pada hujan pagi
untuk diriku yang tidak bijaksana
menyikapi semua yang sering terjadi
yang membuat semuanya kini sirna

Aku sampaikan pesan pada hujan pagi
maafkan aku yang tak sengaja menaruh luka
di tulusnya cinta yang kau miliki
yang menjadikan cinta menjadi hina

apakah aku harus menipu lagi
Aku hanya ingin kau mengerti
kau akan selalu ada dalam hati kecil ku
maaf kan aku yang tak sengaja
menoreh merah dalam jiwamu

maafkan aku
yang tak bisa menjadi lilin dalam hatimu
tapi kau selalu menjadi mentari dalam relung hatiku
Dapatkah ku percaya pada cinta?

ku mengerti jika amarah berkobar dalam hatimu

maafkan aku
yang tak bisa jadi rembulan dijiwamu
tapi kau selalu menjadi menjadi
bintang dijiwaku

maaf kan aku
yang tak bijaksana
pada apa yang ada dihatimu
maafkan aku..

Minggu, 21 Juli 2013

Terima Kasih Sudah Mau Menemani Hariku

Untuk kamu yang di sana, kamu yang sekarang, terima kasih selalu menemaniku, memanjakan setiap detikku, menemaniku berbincang, mendengarkan setiap ceritaku. Ya walaupun aku tahu, itu bukan hal menarik yang perlu diperhatikan tapi terima kasih ya karena sudah mau berlama-lama duduk bersamaku, mendengar ocehanku yang tidak jelas.
Bahkan saat aku diam terlalu lama, kamu masih tetap menungguku untuk berbicara. Payahnya, aku membiarkanmu menunggu sedangkan aku menikmati kesunyian itu seorang diri. Hingga kamu angkat bicara, “Kok diem?” dan hancurlah segala ketenangan itu. Keningku mulai mengkerut dan kamu masih saja mempertanyakan itu. Aku tetap menutup rapat mulutku. *tertawa* Maaf..maaf, aku memang sangat tak suka dengan pertanyaan itu.
Tapi tetap saja kamu tak beranjak dari sampingku, mendengarku bercerita atau di waktu yang lain kamu yang balik bercerita. Bercerita banyak hal, apa pun. Ketika kamu selesai bercerita, aku hanya akan menghela napas lalu tersenyum dan kamu pun akan ikut tersenyum pula.
Betapa sabarnya dirimu. Bahkan ketika dengan egoisnya mengacuhkanmu, kamu tetap duduk di sampingku, memberikan senyuman terbaikmu. Kalau kamu bertanya bahagiaku itu apa, aku akan menjawab, ini bahagiaku, yang ini, yang sedang aku ceritakan ini.
Meski sekarang kamu sudah tidak pernah duduk di sampingku, mendengar ceritaku tapi terima kasih yaa. Terima kasih sudah pernah ada dalam hari-hariku…

 Sumber Gambar


You're still the best till at this time in my heart (wind). I love you even though I know you never loved me
-writing in the silence-